Sunday, February 13, 2011

Rossi Rebut Laureus Award 2011

F: Valentino Rossi (daylife)

ABU DHABI – Perjuangan luar biasa untuk sembuh dari cedera yang dilewati Valentino Rossi mendapat ganjaran dari Akademi Laureus, awal pekan ini. The Doctor mendapatkan penghargaan Laureus 2011 kategori Comeback of The Year.

Rossi dipilih 46 olahragawan terbesar sepanjang masa, setelah bisa dengan cepat kembali tampil dengan 41 hari perawatan usai mengalami cedera akibat kecelakaan di Mugello, 5 Juni 2010.

Rossi kembali turun ke lintasan pada GP Jerman, 16 Juli 2010. Kendati memaksakan tampil, cedera tersebut memang belum sembuh benar dan masih mempengaruhi penampilannya.

Rider 31 tahun ini menyingkirkan beberapa pesaingnya seperti pegolf Amerika Serikat Paula Creamer, sprinter AS Tyson Gay, bintang tenis asal Belgia Justine Henin, dan Carolina Kluft dan Merlene Ottey.

Sementara itu, petenis asal Spanyol Rafael Nadal merebut trofi Olahragawan Terbaik 2010 dan pemain ski AS Lindsey Vonn menjadi Olahragawati Terbaik 2010, pada acara penyematan di Abu Dhabi, awal pekan ini.

Selain itu juga diberikan penghargaan untuk kategori tim terbaik, atlet cacat, dan aksi atlet, serta Lifetime Achievement, serta Spirit of Sports.

Stoner Tetap Terpukau Performa RC212V

F: Casey Stoner (daylife)

SEPANG – Pembalap anyar Repsol Honda Casey Stoner sudah melakukan beberapa sesi tes uji coba dengan motor barunya RC212V. Tapi, Stoner mengaku masih saja terkejut dengan performa motornya setiap kali melibas lintasan.

Rider asal Australia ini mengakui banyaknya perbedaan dari Ducati Desmosedici yang ditungganginya musim lalu, dengan RC212V yang akan menjadi andalannya di musim ini.

"Sangat berbeda, benar-benar berbeda. Saya tetap heran ketika mengendarai motor ini. Setiap lap catatan waktu selalu berubah. Dan saat saya tengah berpikir di atas motor, tiba-tiba saya sudah berada di atas garis finis," jelas Stoner sambil tersenyum.

"Memang saya masih harus membiasakan diri dan mencari tahu di mana poin terbaik dari semua sudut. Ini karena karakter motor memang sangat berbeda. Tapi, perlahan dan pasti sekarang sudah semakin nyaman,” lanjut Stoner seperti dilansir crash, Selasa (8/2/2011).

Bersama Ducati yang dibelanya sejak 2007 hingga 2010, Stoner menang di 23 seri pada MotoGP era 800cc. Stoner menjadi juara dunia pada musim 2007 dan tetap menjadi rider papan atas di tiga musim selanjutnya. Untuk musim ini, Stoner masih menjadi unggulan bersama tim Repsol Honda.

"Saya punya keyakinan besar dengan motor ini. Ducati memang bukan motor lambat. Saya sudah memenangkan banyak dalam empat tahun terakhir. Ducati juga memiliki karakteristik baik. Biasanya dengan Ducati, saya berjuang untuk menutup di beberapa sudut panjang. Saya harus banyak mengerem agar tidak kehilangan keseimbangan," tutup Stoner.

Stoner sukses menjadi yang tercepat pada sesi uji coba hari pertama di tiga sesi uji coba Sepang. Pada hari terakhir, Stoner tercecer 0.054 detik di belakang pembalap Honda Gresini, Marco Simoncelli.

22 Februari, Sepang Gelar Tes MotoGP

Sirkuit Sepang kembali menggelar ujicoba MotoGP. Foto: Getty Images
KUALA LUMPUR – Malaysia sungguh beruntung. Sirkuit Sepang Internasional dikabarkan kembali akan menggelar pra-musim MotoGP pada 22-24 Febuari nanti.

Ya, setelah dua bulan istirahat, para pembalap MotoGP untuk pertama kali menunggangi motor mereka di Sirkuit Sepang selama tiga hari, akhir pekan lalu. Marco Simoncelli membuat kejutan dengan menutup sesi pamungkas menjadi pembalap tercepat.

“Semua mengenai MotoGP memang selalu menarik. Ini akan menjadi musim yang fantastis dan luar biasa buat ajang MotoGP Malaysia tahun ini,” demikian pendapat CEO SIC Datuk Razlan Razali.

Razlan menambahkan, masukan dari tim dan pembalap MotoGP sangat positif. “Tim dan pembalap MotoGP selalu bahagia untuk tes di Malaysia mengingat sirkuit dan penonton cukup mendukung,” tambahnya.

“Kehadiran Valentino Rossi menjadi yang paling dinanti. Sebab, dia adalah pembalap yang paling disukai para penonton Malaysia. Mereka ingin melihat Rossi menunggangi motor baru Desmocedici Ducati,” lanjut Razlan.

Ben Spies Setara Rossi?

Foto: Ben Spies/Getty Images
GERNO DI LESMO – Ditinggal Valentino Rossi yang hijrah ke Ducati, Yamaha Racing bisa mengandalkan Ben Spies yang akan mampu mempertahankan status tim sebagai penguasa MotoGP.

Kepergiaan Rossi memang cukup mengejutkan ketika itu. Pasalnya, The Doctor bukan sekadar pembalap andalan, dia juga mampu membantu tim teknis untuk mengembangkan motor.

Namun, mantan bos Yamaha Herve Poncharal optimis Spies akan mampu menggantikan peran Rossi dalam duetnya bersama Jorge Lorenzo. Spies pindah ke Yamaha awal musim ini dan artinya dia akan memiliki peran lebih banyak untuk membantu tim mengembangkan motor, sama seperti yang dilakukan Rossi sebelumnya.

“Saya percaya Ben memiliki kemampuan bicara soal teknik. Dia sangat metodik dan tak pernah datang ke garasi dengan melempar helm meski baru saja melewati balapan yang buruk,” jelas Poncharal, seperti dikutipMCN, Sabtu (12/2/2011).

“Dia hanya duduk dan menjelaskan apa yang terjadi dengan sangat tenang dan seperti yang dijelaskan Masao Furusawa sebelumnya penjelasan yang dibeberkannya sangat baik, apa yang dia rasakan dan perlukan agar balapan bisa lebih baik,” lanjut Poncharal.

“Saya pikir karakter ini akan membantu Yamaha bekerja dengan baik dan mampu mengembangkan mesin. Saya tak bisa dia lebih baik dari Rossi, tapi Ben tahu apa yang harus dilakukannya untuk membantu pengembangan motor,” tutupnya.

Capirossi: Karir Saya di MotoGP Belum Habis!

Foto: Loris Capirossi/Getty Images
SEPANG - Usia yang mulai menua tak lantas mengurangi antusiasme Loris Capirossi untuk menyambut kompetisi MotoGP 2011. Capirex menegaskan dirinya tak hanya ingin jadi pelengkap dan siap bertarung dengan pembalap lainnya.

Kompetisi musim 2011 ini diketahui bakal menjadi musim ke-12 secara beruntun Capirossi tampil di MotoGP. Dan di musim ini, pembalap yang telah tampil di 315 balapan sepanjang karirnya ini akan tampil bersama Pramac Racing.

Dengan usia yang masuk 37 tahun, banyak kalangan menilai Capirex bakal sulit bersaing dengan sejumlah rival yang kini didominasi para pembalap muda bertalenta. Namun, ancaman dari pembalap muda ternyata tak mampu menggoyahkan keyakinan Capirossi bahwa dirinya masih mampu menampilkan aksi-aksi terbaiknya, apalagi dia juga sudah cukup mengenal karakter mesin Pramac, yang notabene tim satelit Ducati.

“Saya pernah lima tahun menunggangi Ducati. Setelah tiga tahun mengembara, saya merasa kembali ke keluarga. Bagi saya, tampil bersama Pramac Racing Team memiliki arti bahwa saya akan meraih hasil bagus,” tutur Capirossi seperti dikutip Crash.net, Jumat (11/2/2011).

“Petualangan saya di MotoGP belum usai. Saya rasa saya bisa memberikan sesuatu di kategori ini, terlepas dari beberapa aturan baru,” tandasnya menyikapi perubahan regulasi terkait kapasitas mesin yang kini menggunakan 1000cc.

Spies Ingin Naik Podium Lebih Konsisten

Foto: Ben Spies/Reuters
GERNO DI LESMO – Ben Spies tidak memasang target terlalu muluk. Spies hanya ingin Yamaha membawanya menjadi penantang naik podium di MotoGP 2011.

Mantan bintang World Superbike (WSBK) tampil mengesankan pada debut di musim 2010. Ketika itu, Spies berhasil naik podium sebanyak dua kali yakni di Silverstone dan Indianapiolis dan menjadi pembalap debutan terbaik.

Kini, MotoGP musim baru segera bergulir. Spies juga telah menjajal kemampuan motor YZR-M1 di Malaysia, pekan lalu, dengan sangat positif. Dia berharap Yamaha bisa membawanya naik podium secara konsisten.

“Saya ingin melakukan lebih baik ketimbang musim lalu. Jelas bertarung lebih sering dalam memperebutkan podium dan menang lebih sering,” ungkap Spies kepada MCN, Kamis (10/2/2011).

“Satu hal yang negatif dari tahun lalu adalah kami membutuhkan tenaga lebih pada mesin dan saat akselerasi. Kami juga sangat berharap genggaman motor lebih baik,” lanjut juara WSBK 2009 tersebut.

Sementara itu, Spies akan kembali menjajal motor YZR-M1 yang akan kembali berlangsung di Sirkuit Sepang, 22-24 Ferbuari mendatang.

Lorenzo Belum Puas Performa M1

Foto: Jorge Lorenzo di sela-sela sesi ujicoba resmi di Sepang/Getty Images
SEPANG - Jorge Lorenzo mengeluhkan performa motor andalan Yamaha di musim 2011. Juara dunia 2010 menegaskan performa M1 belum sesuai dengan yang diinginkannya untuk bisa mempertahankan gelar juaranya di musim lalu.

Lontaran ketidakpuasan Lorenzo terhadap motor barunya itu tak lepas dari hasil ujicoba terakhir yang dilakoninya di Sepang, kemarin. Pembalap Spanyol hanya mampu tampil sebagai pembalap tercepat ketiga di belakang, Casey Stoner dan Marco Simoncelli yang secara mengejutkan mampu tampil sebagai yang tercepat. Motor pabrikan Yamaha ini kalah 0.088 detik dari Simoncelli yang menggunakan motor satelit Honda (LCR).

”Saya cukup nyaman dengan gaya balap dan performa motor juga sedikit mengalami perkembangan. Tapi, kami masih harus terus berkembang untuk bisa menyamai performa di musim lalu. Masalahnya kini ada pada traksi pada bagian belakang dan mesin,” tutur Lorenzo sebagaimana dikutip yahoosports, Minggu (6/2/2011).

“Kecepatan maksimal mesin sudah cukup baik, tapi kami masih butuh akselerasi, terutama saat masuk gigi 2 dan 3. Setiap orang pasti ingin mendapatkan motor yang lebih baik. Itu adalah hal yang normal,” tandasnya.

“Saat ini, kami sudah memiliki motor juara, tapi saya ingin memenangkan balapan seperti yang saya lakukan di musim lalu dan jujur, saat ini sulit bagi saya untuk mengulangnya,” tutupnya seraya meminta timnya untuk segera melakukan pembenahan lagi